Kelebihan Pahala, Mungkinkah?

BACA JUGA :

Seorang ustad mengumandangkan adzan di sebuah mesjid. Dan jamaah pun
berdatangan. Singkat cerita, setelah sholat sunnah, lalu ustad tadi
berdiri untuk iqomah.

Jamaah membentuk shaf dan mempersilakan ustad tadi untuk mengimami.
Tiba-tiba sang ustad berkata, "Jangan saya, nanti kebanyakan pahala!"

Akhirnya, saya yang jadi imam. Setelah shalat, hati saya berfikir, apa
iya kita bisa kelebihan pahala? Atau justru pahala kebaikan akan
hilang, karena adanya ketakaburan dalam jiwa? Patutkah kita katakan,
takut kelebihan pahala?

Dalam setiap ibadah, ada 2 unsur yang harus menyertainya. KHAUF dan
ROJA'. Khauf, rasa takut ibadah tidak diterima oleh Allah, dan roja',
hati penuh harap Allah melimpahkan rahmat-Nya atas ibadah yang
dilakukan.

Jadi, tak pantas kita takabur untuk mengukur kelayakan diterimanya
suatu ibadah. Allah lah yang memiliki hak prerogatif menerima atau
menolak ibadah yang dilakukan hambanya. Tugas kita, perbaiki ibadah
dan selebihnya, jaga lidah!

Allahu a'lam
Termasuk Kategori : Cerita Kang Deni
0 Komentar untuk "Kelebihan Pahala, Mungkinkah?"

Back To Top