Mujahid Cilik : Sang Pemburu

BACA JUGA :

Hey...
Temanku kesana,
Ingin melihat keadaanmu, katanya.
Berkenalan lah dengan temanku itu,
Asal kamu tahu, pasti ia amat senang  bersua denganmu.


Hey..
Kau terluka?
Pelipismu terluka...
Maafkan aku, karena untuk saat ini, aku tak bisa menutup lukamu dengan balutan kasa putih itu.

Hey...
Kulihat, suasanya semakin parah, ya?
Terikan takbir semakin menggema di mana-mana,
Tangis keberanian mulai mencakar langit angkasa,
Tak lepas, tembakan sangar terbang dengan leluasa,
Saat kembali terjadi kerusuhan itu, kau ada di mana?

Pasti saat ini kau terluka, ya?
Aku tak tega, jika ada darah mulai berserakan di mana-mana.

Aku tahu, itu darah syuhada,
Tapi, aku belum siap jika harus kehilanganmu.

Hey...
Temanku pasti sedang mencarimu,
Karena sudah kukatakan padanya, temui dirimu sebelum malaikat maut menemuimu terlebih dulu.

Hey...
Lihat!
Ada air mata membasahi wajahku,
Aku khawarir dengan keadaanmu, anak kecil yang kau ceritakan itu, pemuda pemberani itu, ibu yang siap mati itu, dan masih banyak  yang sebenarnya kukhawarirkan lagi.

Hey...
Apa aku sudah siap menerima?
Apa aku mulai rela?
Apa aku akan melepasmu dengan semangat membara?
Semoga,
Karena kau pergi, untuk memburu syuhada.

Hey Sang pemburu,
Selamat memburu.
Semoga dengan itu, syuga menghampirimu.

Khansa S@F
Bumi, 21 Juli 2017
Termasuk Kategori : Puisi Hidup
0 Komentar untuk "Mujahid Cilik : Sang Pemburu"

Back To Top