Antara Dosa, Ikhtiar, dan Istighfar

BACA JUGA :


Saudaraku, jikalau kita merasa lemah, baik lemah fisik bawaannya lemas, malas, atau lemah pikiran rasanya susah menghafal, sulit memahami pelajaran, lambat mencerna gagasan, atau lemah perasaan susah menghindar dari galau, cemas, sedih dan semacamnya, maka sikap terbaik adalah beristighfar memohon ampun kepada Alloh Swt. Karena sudah menjadi janji Alloh bahwa bagi siapa saja hamba-Nya yang beriman yang memohon ampun kepada-Nya, maka Alloh akan melimpahkan kekuatan yang powerfull kepadanya.

Inilah bahayanya dosa yang kita lakukan. Dosa yang kita perbuat dan belum kita taubati akan membebani kita tanpa kita sadari. Tiba-tiba kita jadi tidak punya semangat, tidak bergairah melakukan kebaikan, malas bergerak setiap kali mendengar kumandang adzan, rasanya kering saja ketika mendengar nasehat, hingga letih lemah untuk melakukan pekerjaan sehari-hari. Inilah indikasi dari kotornya hati oleh noda-noda dosa. Padahal hati adalah patokan bagi keseluruhan diri kita, kalau hati dalam kondisi baik maka seluruh bagian dari diri kita akan menjadi baik, begitupun sebaliknya.

Kita memang harus menyempurnakan ikhtiar, sebagai bentuk ibadah kita kepada Alloh Swt. Akan tetapi jangan sampai kita  menuhankan ikhtiar kita, seolah hanya dengan usaha kita sendirilah kita bisa berhasil, seolah hanya dengan kecerdasan kita sendirilah kita bisa meraih sukses. Tidak demikian, karena sesungguhnya Alloh yang memberi kekuatan dan kemampuan kepada kita, Alloh pula yang memberi ilmu pengetahuan kepada kita. Juga Alloh yang memberikan kesempatan kepada kita untuk berusaha.

Kewajiban kita adalah menjadikan segala karunia dari Alloh itu sebagai ladang amal sholeh, mengisinya dengan ikhtiar yang sempurna sesuai dengan apa yang Alloh ridhoi; menempuh jalan yang halal dan menjauhi yang haram dan yang syubhat.

Kita pergi ke dokter, meminum obat, adalah langkah kita menyempurnakan ikhtiar agar sembuh dari sakit. Sedangkan yang memberikan sehat kepada kita, yang mengangkat sakit kita hanyalah Alloh Swt. Kita pergi ke sekolah, berlajar dari para guru, adalah langkah kita menyempurnakan ikhtiar agar menjadi orang yang berilmu. Sedangkan yang memiliki dan memberikan ilmu kepada kita hakikatnya hanyalah Alloh Swt.

Saudaraku, marilah kita sempurnakan ikhtiar kita sebagai bentuk ibadah kepada Alloh Swt. Semoga Alloh ridho kepada kita dan melimpahi kita dengan pertolongan dan keselamatan.

Sumber : https://t.me/aagym
Termasuk Kategori : Daarut Tauhiid
0 Komentar untuk "Antara Dosa, Ikhtiar, dan Istighfar"

Back To Top